Fisika dalam Persepsi Pengajar dan Pelajar

FISIKA DALAM PERSEPSI PARA PELAJAR DAN PENGAJAR

(Apa yang membuat Fisika terasa sulit?)

Secara umum, kesulitan merupakan suatu keadaan tertentu yang dipengaruhi oleh adanya gangguan dalam proses pencapaian tujuan, sehingga diperlukan solusi untuk dapat mengatasi kesulitan tersebut. Maka kesulitan belajar yaitu suatu keadaan dalam proses belajar yang ditandai dengan adanya gangguan atau hambatan dalam pencapaian tujuan dari hasil belajar. Hambatan tersebut dapat disadari dan tidak disadari dalam proses pembelajaran serta bersifat sosiologis dam psikologis atau psiologis. Dalam hal ini, masalah yang akan dibahas yaitu penyebab adanya anggapan bahwa “Fisika itu sulit”.

FISIKA DALAM PERSEPSI PARA PELAJAR DAN PENGAJAR

Sebagian besar pelajar hingga masyarakat luas beranggapan bahwa pengantar Fisika itu sangat sulit. Anggapan tersebut dapat memberikan pengaruh pada pemikiran seseorang dalam mempelajari dan memahami ilmu tersebut, sehingga banyak yang berpikir bahwa Fisika itu terasa sulit.

Pembelajaran Fisika memiliki beberapa tujuan yang hendak dicapai, diantaranya yaitu pengembangan pengetahuan, pemahaman, serta kemampuan analisis pelajar terhadap lingkungan dan sekitarannya. Pembelajaran dalam ilmu Fisika tidak hanya harus menguasai berbagai konsep, tetapi juga perlu menerapkan konsep-konsep yang telah dipahami tersebut untuk memecahkan masalah-masalah Fisika. Namun, pembelajaran di kelas lebih cenderung menekankan pada penguasaan konsep daripada kemampuan dalam memecahkan masalah dalam ilmu Fisika. 

Kemudian Ornek (2008) mahasiswa dari Balikesir University, Turkey, bersama dengan kedua rekannya yaitu Robinson dan Haugen yang berasal dari Purdue University, USA, melakukan pengamatan yaitu menyelidiki apa yang membuat Fisika terasa sulit dikalangan pelajar serta mencari solusi untuk mengatasi kesulitan tersebut. Dalam pengamatannya, mereka menggunakan metode survey sebanyak dua kali dengan objek dari pelajar sekitar 1800 orang, dan beberapa anggota fakultas serta asisten pengajar kursus Fisika. 

Berdasarkan hasil dari survey tersebut menunjukkan beberapa kategori penyebab Fisika dianggap sulit, diantaranya yaitu (a) kurangnya motivasi dan minat untuk mempelajari Fisika sehingga membuat seseorang tidak berhasil dalam Fisika, (b) tidak belajar dengan giat seperti tidak membaca buku teks, tidak menyelesaikan tugas CHIP (Computerized Homework in Physics), hanya mengerjakan tugas yang diberikan, tidak memperbanyak dan mengerjakan soal-soal latihan mandiri, serta tidak mengerjakan pekerjaan rumah, dan (c) kurangnya pengetahuan seperti kurangnya pengalaman, kurangnya latar belakang ilmu Fisika, serta kurangnya pengetahuan mengenai ilmu Matematika. 

Dalam ilmu Fisika memiliki banyak teori, terlalu banyak rumus atau persamaan yang harus dipelajari, serta memiliki hukum dan aturan. Hal tersebut juga menjadi penyebab Fisika menjadi terasa sulit. Selain itu, Fisika juga harus dilatar belakangi oleh matematika yang baik, dan terkadang ada yang mengatakan bahwa Fisika tidak menarik. Literasi sains yang kurang baik dapat membuat metode dari para pengajar dalam menyampaikan materi dan mengajarkan sains menjadi tidak menarik.

Persepsi bahwa Fisika sulit akan menjadi informasi penting serta dorongan bagi infrastruktur kursus dan pengajar Fisika lainnya agar lebih siap untuk mengajar dengan menyiapkan kurikulum, memilih buku pelajaran, dan memberikan metode-metode yang lebih mudah dimengerti agar dapat mengurangi kesulitan pelajar dan menjadi lebih mudah bagi para pelajar dalam mempelajari serta memahami ilmu Fisika. 

Seorang penuntut ilmu harus memiliki sifat “sabar” dalam mempelajari dan mendalami suatu ilmu. Dengan kata lain, penuntut ilmu lebih baik menyelesaikan dan memahami pembelajaran pada bab yang sedang dipelajari terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan ke bab selanjutnya. Terdapat anggapan yang menyatakan bahwa membaca satu buku sebanyak tiga kali jauh lebih baik, dibandingkan dengan membaca berbagai macam buku namun hanya sekali baca dari masing-masing buku. 

Ilmu dapat dicapai dengan melakukan lima macam jalan yaitu dengan kepandaian dan kecerdasan, kemauan yang keras dan kuat, memiliki biaya yang cukup, pengajar yang pandai dalam memberikan petunjuk pengetahuan, serta memiliki waktu yang cukup untuk belajar. Selain itu, seorang pelajar atau penuntut ilmu harus belajar dengan bersungguh-sungguh, dapat memahami ilmu yang diajarkan, berkepribadian baik, tidak suka menganggur, serta menghindari semua perbuatan yang buruk. 

Berdasarkan persepsi tersebut, semoga dapat memberikan motivasi bagi kalangan pelajar yang kini tengah menuntut ilmu khususnya dalam bidang ilmu Fisika. Sehingga dapat mengubah persepsi bahwa “Fisika itu sulit dan tidak menarik” menjadi “Fisika itu menyenangkan dan sangat menarik”.


Sumber :

Hoellwarth, C., Moelter, M. J. and Knight, R. D. (2005) ‘A direct comparison of conceptual learning and problem solving ability in traditional and studio style classrooms’, American Journal of Physics, 73(5), pp. 459–462. doi: 10.1119/1.1862633.

Ornek, F., Robinson, W. R. and Haugan, M. P. (2008) ‘What Makes Physics Difficult ?’, International Journal of Environmental & Science Education, 3(1), pp. 30–34.


Lebih baru Lebih lama