Permukaan Mars Terbentuk dari Kawah yang Meluap

Permukaan Mars Dibentuk dari Kawah yang Meluap

Studi yang telah dilakukan dan diterbitkan pada 29 September di Nature, mengungkapkan bahwa terjadi banjir yang berlangsung selama berminggu-minggu yang mengikis sedimen yang kemudian mengisi Danau Superior dan Danau Ontario.

Danau kawah adalah hal biasa di Mars, sejak miliaran tahun yang lalu ketika Planet Merah memiliki cairan di permukaannya. Beberapa kawab dapat menampung sedikit air laut. Namun, ketika air menjadi terlalu banyak untuk ditampung, itu akan melewati tepi kawah yang akan menyebabkan terjadinya banjir besar kemudian membentuk lembah-lembah sungai. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2019 yang dipimpin oleh Goudge menyatakan bahwa peristiwa banjir di Mars terjadi sangat cepat.

Gambar hasil penginderaan jauh yang diambil oleh satelit yang mengorbit Mars telah memungkinkan para ilmuwan untuk mempelajari sisa-sisa danau kawah di Mars. Namun, danau kawah dan lembah sungainya dipelajari secara terpisag, kata Goudge. Ini adalah penelitian pertama yang menyelidiki bagaiman 262 danau di Planet Merah membentuk permukaan Mars secara keseluruhan.

Permukaan Mars Terbentuk dari Kawah yang Meluap

Penelitian ini mencakup tentang tinjauan terhadap lembah sungai yang sebelumnya sudah ada di Mars dan mengkalsifikasikan lembah ke dalam dua kategori yaitu: lembah yang berasal dari tepi kawah yang terbentuk karena terjadinya banjir yang membobol danau, dan lembah yang terbentuk pada tempat lain di lanskap yang pembentukannya terjadi secara bertahap dari waktu ke waktu. Berdasarkan hal tersebut, para ilmuwan membandingkan kedalamn, panjang, dan volume dari berbagai lembah dan menemukan bahwa lembah sungai yang terbentuk dari celah danau kawah memiliki berat yang lebih besar dengan hampir seperempat dari volume lembah sungai Planet Merah meskipun hanya terdiri dari 3% dari total panjang lembah.

Menurut rekan penulisan penelitian Alexander Morgan yang merupakan seorang ilmuwan penelitian di Planetary Science Institute, perbedaan berat tersebut disebabkan oleh perbedaan kedalaman jurang yang dimilkinya, yaitu sekitar 559 kaki atau 170,5 meter, kedalaman ini dua kali lipat lebih besar dibandingkan kedalaman lembah sungai yang memiliki kedalaman rata-rata sekitar 254 kali atau 77,5 meter. Selain itu, meskipun jurang muncul dakam geologis yang mungkin memberi efek terhadap lanskap sekitarnya. 

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penjelajahan terhadap jurang yang terlalu dalam mempengaruhi pembentukan lembah sungai terdekat lainnya. Para penulis mengatakan bhwa ini adalah penjelasan alternative potensial untuk topografi lembah sungai Mars yang unit yang dikaitkan dengan iklim. Selain itu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa danau yang menembus lembah sungai memiliki peran penting dalam pembentukan permukaan Mars, tetapi Goudge mengatakan bahwa itu adalah pengetahuan dalam ekpektasi. Geologi Bumi telah mengapus sebagian besar kawah dan membuat erosi sungai menjadi proses yang lambat dan stabil. Namun, tidak berlaku pada planet lain.

Menurut Goudge, ketika kita mengisi kawah-kawah dengan air, maka ada banyak energi yang tersimpan di sana untuk dilepaskan. Sehingga, masuk akal jika Mars dibentuk oleh bencana alam lebi dari yang terjadi di Bumi.


Referensi:

Timothy A. Goudge, Alexander M. Morgan, Gaia Stucky de Quay, Caleb I. Fassett. The importance of lake breach floods for valley incision on early Mars. Nature, 2021; 597 (7878): 645 DOI: 10.1038/s41586-021-03860-1


Lebih baru Lebih lama