Besaran Fisika - Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Besaran Fisika,besaran turunan,besaran pokok,besaran dan satuan,besaran,besaran pokok dan besaran turunan,besaran dan pengukuran,fisika,besaran fisika dan satuannya,besaran fisika,besaran pokok dan besaran turunan kelas 10,besaran fisika dan pengukuran,besaran fisika dan pengukurannya kelas 10,pengertian besaran pokok dan 7 jenis besaran pokok,besaran dan satuan fisika sma,besaran dan satuan fisika
Besaran fisika adalah besaran yang menyatakan sifat benda atau gejala alam yang dapat diukur. Besaran fisika sangat luas diantaranya, panjang, massa, waktu, kekerasan benda atau vikers, kecepatan, intensitas cahaya, energi yang tersimpan dalam bensin, arus listrik yang mengalir dalam kabel, tegangan listrik PLN maupun dari aki atau baterai, daya listrik lampu ruangan, volume suatu benda, tegangan dan regangan, momentum, dan masih banyak lagi.

Jika besaran-besaran fisika tersebut di data, maka jumlah besaran fisika yang ada saat ini sangat banyak. Namun, dari besaran yang banyak tersebut, ternyata satu besaran dapat diperoleh dari besaran-besaran fisika yang lainya. Contohnya, besaran kecepatan diperoleh dari besaran posisi dan waktu dimana kecepatan adalah hasil bagi antara kecepatan dan waktu. Besaran kalor dapat diperoleh dari besaran massa, kapasitas kalor, dan perubahan suhu, dimana ketiga variabel tersebut berbanding lurus. Besaran volum dapat diperoleh dari pengukuran tiga besaran panjang (panjang, lebar, dan tinggi).

Karena adanya hubungan antar besaran-besaran fisika tersebut, maka tentunya terdapat sekelompok besaran fisika yang melandasi setiap besaran-besaran tersebut. Kelompok besaran yang mendasar inilah yang harus ditentukan dan kelompok besaran ini selanjutknya disebut dengan besaran pokok. Berdasarkan sejumlah pertemuan para ahli fisika seluruh dunia, akhirnya ditetapkan tujuh besaran pokok dalam fisika. Tujuh besaran tersebut tampak dalam Tabel 1.1 di bawah ini:
Mengapa besaran pokok dalam ilmu fisika hanya ada tujuh? Mengapa besaran yang terdapat dalam di Tabel 1.1 yang ditetapkan sebagai besaran pokok? Penetapan ini didasarkan atas diskusi dan perdebatan yang lama antar ahli fisika terkenal di seluruh dunia. Beberapa alasan pemilihan tersebut di antaranya:
  • Tujuh besaran tersebut merupakan jumlah paling sedikit yang masih memungkinkan besaran-besaran lain dapat diturunkan. Jika kurang dari tujuh maka ada besaran lain yang tidak dapat diperoleh dari besaran pokok. 
  • Tujuh besaran yang ada dalam Tabel 1.1 dapat diukur dengan ketelitian sangat tinggi. Karena besaran pokok akan menurunkan besaran lain maka besaran-besaran tersebut harus dapat ditentukan dengan sangat teliti.
  • Besaran massa, pajang, dan waktu telah memiliki sejarah penggunaan yang sangat lama dalam mekanika. Maka dalam penentuan besaran pokok, ketiga besaran tersebut dimasukkan.


Semua besaran fisika selain tujuh besaran pokok dalam Tabel 1.1 dinamakan besaran turunan. Semua besaran turunan merupakan kombinasi dari besaran-besaran pokok. Karena jumlah besaran fisika sangat banyak maka boleh dikatakan bahwa hampir semua besaran fisika merupakan besaran turunan. Besaran pokok hanyalah himpunan yang sangat kecil daripada himpunan besar besaran fisika seperti diilustrasikan pada Gambar 1.1.
Beberapa contoh besaran turunan yang sudah sering kita dengar atau kita gunakan adalah luas (kombinasi dua buah besaran pokok panjang), massa jenis (kombinasi besaran pokok massa dan besaran turunan volum) sedangkan besaran turunan volum merupakan kombinasi tiga besaran pokok panjang, dan kecepatan merupakan kombinasi besaran pokok panjang dan besaran pokok waktu.



Referensi:
A. Mikrajuddin. 2016. Fisika Dasar 1. Penerbit: Institut Teknologi Bandung
D. Halliday, R. Resnick, J. Walker. 2011. Fundamental of Physics. 9th Edition. Penerbit: John Wiley & Sons