Pengukuran Waktu

Alat yang bias kita gunakan untuk mengukur waktu adalah arloji, jam dinding, dan stopwatch. Ketelitian sebuah arloji dan jam dinding umumnya satu detik, sedangkan stopwatch bias mencapai ketelitian 0,001 detik. Gambar 1 adalah contoh alat ukur waktu tersebut.
Pengukuran Waktu
Gambar 1. Contoh alat ukur waktu: (a) jam tangan, (b) stopwatch jarum, dan (c) stopwatch digital.

Arloji adalah penunjuk waktu yang terus bertambah tampilan waktunya. Arloji lebih sering digunakan untuk menunjukan waktu pada saat tertentu. Namun, dengan mencatat waktu dua peristiwa masa selang waktu terjadinya dua peristiwa tersebut dapat ditentukan. Selang waktu tersebut adalah selisih waktu yang ditampilkan oleh arloji.

Arloji umumnya memiliki tiga macam jarum. Yang paling pendek adalah jarum jam, yang lebih panjang adalah jarum menit, dan yang paling panjang adalah jarum detik. Jarum menit bergeser satu skala ketika jarum detik bergeser 60 skala. Jarum jam bergeser satu skala ketika jarum menit bergeser
60 skala.

Stopwatch digunakan untuk mencatat lama waktu antara dua peristiwa. Stopwatch memiliki beberapa tombol. Tombol reset digunakan untuk menol-kan ltampilan. Tombol start digunakan untuk memulai pencatatan waktu. Tombol stop digunakan untuk menghentikan pencacahan waktu. Tombol start dan stop dapat merupakan satu rombol atau merupakan tombol yang berbeda. 

Stopwatch yang lebih mudah cara pembacaannya adalah stopwatch digital. Catatan waktu langsung ditunjukkan oleh angka pada layar. Stopwatch digital sangat mudah kita dapatkan. Di mana? Yaitu di handphone kita yang dimana semua handphone kita telah dilengkapi dengan stopwatch.

Saat ini stopwatch sangat mudah didapatkan. Semua hp pasti memiliki stopwatch. Jadi, dengan adanya hp maka kita dapat mencatat selang waktu dengan mudah. Kita tidak perlu lagi keluar uang untuk membeli stopwatch jika kita sudah memiliki hp.

Jam pasir juga dapat digunakan untuk mencatat selang waktu. Jam ini terdiri dari dua buah wadah yang dihubungkan oleh pipa kecil. Contoh jam pasir tampak pada Gambar 2. Material berupa butir-butir seukuran pasir diisi dalam wadah tersebut. Jika mula-mula semua material berisi di wadah atas maka material akan turun perlahan-lahan ke wadah bawah akibat gravitasi. Waktu yang diperlukan material untuk turun seluruhnya sudah tertentu. Ketika kita balik posisi jam maka waktu yang dibutuhkan oleh material turun ke wadah bawah kembali sama.

Pengukuran Waktu
Gambar 2 Contoh jam pasir (www.polyvore.com). Waktu yang diukur ditentukan oleh berapa lama pasir jatuh ke wadah sebelah bawah. Wadah atas dan bawah dihubungkan oleh lubang kecil yang memungkinkan pasir jatuh sedikit demi sedikit

Jam pasir tidak digunakan untuk mencatat sembarang waktu. Jam pasir sudah dirancang sedemikian rupa sehingga waktu jatuh material sudah tertentu. Jadi, yang dicatat oleh jam ini hanyalah selang waktu yang sudah tertentu. Jam ini lebih sering digunakan dalam perlombaan yang didasarkan atas waktu. Lama waktu yang diberikan, sesuai dengan waktu jatuh pasir dalam jam. Pada saat lomba dimulai, juri memutar posisi jam pasir sehingga semua pasir berada di wadah atas. Ketika semua pasir sudah pindah ke bawah maka perlombaan dihentikan.



Referensi
A. Mikrajuddin. 2016. Fisika Dasar 1. Penerbit: Institut Teknologi Bandung
D. Halliday, R. Resnick, J. Walker. 2011. Fundamental of Physics. 9th Edition. Penerbit: John Wiley & Sons