Ketidakpastian Pengukuran dan Cara Melaporkan Datanya

Ketidakpastian Pengukuran dan Cara Melaporkan Datanya

Apa yang kita peroleh dari hasil pengukuran? Tentu data bukan? Data yang didapat harus diolah dan dilaporkan. Pertanyaannya adalah bagaimana melaporkannya? 

Pada dasarnya suatu pengukuran tidak akan pernah menghasilkan nilai yang persis sama dengan yang seharusnya. Pengukuran pasti menghasilkan kesalahan. Kesalahan yang dihasilkan bisa muncul karena keterbatasan ketelitian alat ukur, faktor lingkungan, atau kesalahan dalam melakukan pengukuran. Mistar 30 cm yang sering dibawa kuliah memiliki skala terkecil 1 mm. Dengan demikian, alat ini hanya teliti melakukan pengukuran hingga 1 mm. Keterlitian lebih tinggi dihasilkan dengan menggunakan jangka sorong yang dapat mengukur hingga 0,1 mm atau 0,025 mm. Ketelitian lebih tinggi lagi dapat dicapai dengan menggunakn mikrometer di mana kita dapat mengukur hingga 0,01 mm. Ketelitian lebih tinggi lahi dapat dicapai dengan menggunakan mikroskop di mana kita bisa membaca panjang hingga 1 mikrometer atau lebih kecil dari itui. Tetapi tetap saja kesalahan akan muncul. Berapa besar kesalahan yang akan muncul? 

Besarnya kesalahan kira-kira dalam orde yang sama dengan nilai skala terkecil. Pengukuran dengan mistar 30 cm menghasilkan kesalahan dalam orde mm. Pengukuran dengan mikrometer sekrup menghasilkan kesalahan dalam orde 0,01 mm. Jika kita melaporkan haris pengukuran, bagaimana pembaca mengetahui bahwa kita telah mengukur dengan alat yang teliti? Misalkan kita mepalporkan hasil pengukuran panjang 5 cm, bagaimana orang bisa tahu bahwa itu diukur dengan mistar (kurang teliti) atau jangka sorong (lebih teliti)? Agar orang mengetahui bahwa pengukuran telah dilakukan dengan alat yang teliti maka kesalahan pengkukuran juga perlu dilporkan. Kesalahan pengukuran sering juga disebut ketidak pastian. Cara pelaporan data pengukuran adalah dengan menulis data sebagai berikut

       (1)

Penulisan pada persamaan (1) bermakna bahwa nilai yang terukur adalah X. Ketidakpastian pengukuran adalah ∆X. Makna ketidakpastian sebagai berikut:
  • Ketika kita mengkur maka kita menganggap dugaan terbaik nilai terukur adalah X.
  • Tetapi nilai eksaknya kita tidak tahu 
  • Tapi kita yakin bahwa nilai eksaknya ada antara X - ∆X sampai X + ∆X (lihat gambar 1)
Gambar 1 Kita tidak tahu berapa nilai pasti hasil pengukuran. Tetapi kita yakin bahwa nilainya berada antara antara X - ∆X sampai X + ∆X 

Jika pengukuran hanya dilakukan satu kali maka ketidakpastian ditetapkan sama dengan nilai skela terkecil. Contohnya mistar 30 cm memiliki skala terkecil 1 mm. Ketidakpastian pengukuran dengan mistar tersebut adalag 0,5 mm. Jika kita ukur panjang benda dengan mistar dan diperoleh 155 mm maka kita melaporkan data pengukuran sebagai 


Dengan penulisan ini orang langsung menyimpulkan bahwa ketidak apstian pengukuran adalah 0,5 mm dan alat yang digunakan memiliki skala terkecil 1 mm.

Demikian artikel penjelasan tentang Ketidakpastian Pengukuran dan Cara Melaporkan Datanya semoga bermanfaat bagi pembaca baik itu kalangan akademisi yang menggeluti bidang ilmu fisika maupun kalangan masyarakat umum untuk menambah wawasan akan bidang ilmu lain.




REFERENSI

A. Mikrajuddin. 2016. Fisika Dasar 1. Penerbit: Institut Teknologi Bandung

D. Halliday, R. Resnick, J. Walker. 2011. Fundamental of Physics. 9th Edition. Penerbit: John Wiley & Sons