Media Transmisi Data dalam Bentuk Kabel dan Nirkabel

Media Transmisi Data Kabel dan Nirkabel

Pengertian Media Transmisi


Media transmisi adalah media yang menjadi penghubung antara pengirim dan penerima informasi/data. Media transmisi diklasifikasi menjadi dua yaitu:

Media Transmisi Kabel (Fisik)


Media transmisi fisik adalah media yang didesain dengan bentuk tertentu agar dapat menyalurkan sinyal transmisi. Media transmisi ini dapat dilihat dan diraba. Jika dilihat dari penempatannya, media transmisi fisik terbagi menjadi dua yaitu media atas tanah, dan media bawah tanah. Media atas tanah biasaanya dipasang/direntangan pada tiang-tiang telepon, sedangkan media bawah tanah berupa kabel yang dibenamkan ke dalam tanah atau dalam laut. Kabel bawah tanah tersebut dilapisi pembungkus (isolasi) yang kuat sehingga tidak mudah kemasukan air, bekarat dan lembab (buku sistem telekomunikasi, TVRI Palembang 2013) Contoh:

1. Twisted pair cable

Twisted pair cable adalah salah satu contoh transmisi fisik yang terdiri dari dua konduktor yang digabungkan. Fngsi dari penggabungan tersebut adalah untuk mengurangi/meniadakan interfensi elektromagnetik dari luar, seperti radiasi elektromagnetik dari UTP dan crosstalk yang terjadi di antara kabel yang saling berdekatan. twisted pair cable terbagi menjadi 2 yaitu STP dan UTP. Kebel STP (shielded twisted pair) merupakan kabel yang berisi dua pasang kabel (empat kabel) yang setiap pasang dipilin banyak digunakan dalam jaringan komputer. Kabel STP lebih tahan terhadap interferensi yang disebabkan oleh kabel yang bengkok. Dengan kabel STP, atenuasi akan meningkat pada frekuensi tinggi yang menyebabkan crosstalk dan gangguan sinyal. Kabel UTP (Unshielded twisted pair) banyak dipakai dalam instalasi jaringan komputer. Kabel ini terdiri dari empat pasang kabel, masing-masing pasangan berbelit. Kabel ini mudah dipasang karena ukurannya sangat kecil, dan lebih murah jika dibandingkan jenis media yang lain. Kabel UTP sangat rentan terhadap efek interferensi listrik dari media sekitarnya.

2. Coaxial cable

Kabel Coaxial merupakan kabel yang banyak dipakai untuk memancarkan sinyal frekuensi tinggi seperti frekuensi 300 kHz keatas dan memiliki kapasitas yang cukup besar. Ada beberapa jenis kabel koaksial yaitu kabel koaksial tebal (berdiameter besar), kabel koaksial tipis (diameter kecil). Kabel koaksial memiliki kelebihan seperti dapat digunakan untuk mengirimkan informasi hingga 900 saluran telepon, serta dapat ditanam di dalam tanah. Adapun kelemahannya yaitu mempunyai rendaman yang relatif lebih besar sehingga hubungan jarak jauh harus dipasang repeater-repeater, jika dipasang diatas taanah rawan akan gangguan fiik sehingga menyebabkan putusnya hubungan.

3. Fiber optic

Serat optik adalah media transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mengirimkan sinyal cahaya dari satu tempat ke tempat lain. Fiber optic terdiri atas beberapa bagian yaitu multimode step index, ,ultimode graded index, dan singlemode step index. Fiber optik memiliki beberapa kelebihan yaitu biayanya murah, bentuk lebih ramping, kapasitas transmisi besar, sedikit sinyal yang hilang, data diubah menjadi sinyal cahaya agar lebih cepat, tenaga yang dibutuhkan sedikit, serta tidak mudah terbakar. Sedangkan kelemahannya yaitu biaya peralatan mahal, memerlukan konversi data listrik ke cahaya dan sebaliknya yang rumit, serta membutuhkan tenaga yang ahli untuk perbaikan yang kompleks, memerlukan alat pembangkit listrik eksternal karena sifatnya yang tidak menghantarkan listrik.



Media Transmisi Nirkabel (Nonfisik)


Media transmisi nonfisik adalah media yang tidak memiliki bentuk nyata hanya berupa gelombang elektromagnetik yang tidak menggunakan kawat (wireles). Gelombang elektromagnetik merambat di udara dengan kecepatan 300.000 km/detik. Getaran suara di telepon berubah menjadi getaran listrik selama siaran. Dan ketika ditargetkan, itu diubah kembali menjadi gelombang suara yang dapat didengar dan dipahami oleh penerima informasi melalui telepon, telek atau monitor televisi. Contoh media transmisi nonfisik adalah:

1. Gelombang mikro

Gelombang mikro (microwave) memiliki bentuk seperti radio yang menggunakan frekuensi tinggi (dalam satuan gigahertz), meliputi kawasan UHF, SHF, dan EHF. Gelombang mikro biasanya banyak digunakan di sistem jaringan MAN, penyedia internet (ISP), dan kafe internet. Keuntungan menggunakan gelombang miko adalah dapat membawa jumlah data yang besar, biaya murah, frekuensi tinggi atau gelombang pendek karena hanya membutuhkan antena kecil. Sedangkan kelemahan mikro adalah rentan terhadap cuaca dan mudahnya menerbangkan pesawat yang melewatinya

2. Satelit

Satelit berfungsi menerima sinyal dari stasiun bumi kemudian meneruskannya ke stasiun bumi lain Satelit mengorbit bumi pada ketinggian 36.000 km di atas bumi serta memiliki kecepatan orbit sudut yang sama dengan kecepatan orbit bumi. Keuntungan satelit ini yaitu harganya lebih murah, dapat menjangkau permukaan bumi, dan melacak lalu lintas telekomunikasi antar benus di bumi. Sedangkan kerugiannya adalah keterbatasan teknologi untuk penggunaan antena satelit dengan ukuran besar, biaya investasi dan asuransi satelit yang mahal, kerugian atmosfer yang besar untuk frekuensi di atas 30 Ghz membatasi penggunaan frequency carrier.

3. Gelombang radio

Geombang radio berfungsi untuk mengirimkan suara ataupun data. Gelombang radio memiliki kelebian dapat mengirimkan isyarat dengan posisi sembarang (tidak harus lurus) atau bergerak. Frekuensi yang digunakan antara 3 KHz-300 Ghz. Gelombang radio digunakan pada band VHF dan Uhf yaitu 30 MHz sampai 1 Ghz Untuk komunikasi data digital digunakan packed radio.

4. Inframerah

Inframerah digunakan untuk komunikasi pada jarak yang dekat dengan kecepatan sebesar 4 Mbps. Contoh Penggunaan infra merah adalah untuk remote control, seperti remote control pada televisi dan perangkat elektronik lainnya. Keuntungan inframerah adalah kebal terhadap interferensi radio dan elektromagnetik, inframerah mudah dbuat dan murah, instalasi mudah, mudah dipindah-pndah, keamanan lebih tinggi daripada gelombang radio, kelemahannya adalah jarak terbatas, lintasan harus lurus antara pengirim dan penerima serta tidak dapat menembus dinding.


Demikian artikel penjelasan tentang Media Transmisi Data dalam Bentuk Kabel dan Nirkabel semoga bermanfaat bagi pembaca baik itu kalangan akademisi yang menggeluti bidang ilmu fisika maupun kalangan masyarakat umum untuk menambah wawasan akan bidang ilmu lain.